Kenali Penyebab Jerawat di Pipi yang Bikin Tidak Percaya Diri

Penyebab Jerawat Pipi

Munculnya jerawat merah di Pipi memang sangat mengganggu penampilan. Tidak hanya meninggalkan bekas yang membandel, jerawat juga seringkali terasa menyakitkan. Kenali penyebab jerawat di pipi yang membuat tidak percaya diri.

Jerawat sering muncul pada kulit wajah yang kotor dan juga berminyak. Terkadang, jerawat ini akan tumbuh meradang, menyakitkan dan susah hilang sehingga dapat mengganggu penampilan Anda. Tak jarang, seseorang yang mengalami wajah berjerawat akan melakukan segala cara untuk menghilangkannya dengan segera. Meski sering mengalami kulit wajah yang berjerawat, namun banyak orang yang tidak mengetahui pasti penyebab munculnya jerawat di wajah yang mengganggu ini.

1. Genetika

Genetika
Image Credit: Cutymagaziner.com

Salah satu jenis jerawat di pipi yang dapat timbul karena faktor genetika adalah jerawat batu. Jerawat batu menjadi tahap akhir dari perkembangan jerawat yang dapat menimbulkan sebuah jaringan parut jerawat. Hal ini, akibat dari gangguan yang disebabkan oleh jerawat sebelumnya yang meradang. Seseorang dapat mengalami jerawat batu ketika seorang dari orang tuanya memiliki gangguan tersebut. Secara umum, jerawat ini akan lebih banyak muncul ketika masa pubertas.

Munculnya jerawat karena genetika dapat terjadi karena biasanya, anak juga akan mewarisi masalah minyak berlebih yang juga dialami oleh orang tuanya. Wajar saja, hal ini dikarenakan adanya atribut keturunan berupa kelenjar sebaceous sebagai penghasil minyak di kulit wajah. Jadi, ketika Anda memiliki orang tua dengan kelenjar sebaceous berukuran besar, maka besar kemungkinan Anda akan memiliki kelenjar tersebut juga berukuran besar dan lebih banyak memproduksi minyak.

2. Perubahan Hormon

Perubahan Hormon
Image Credit: Kumparan.com

Perubahan hormon biasanya menjadi salah satu penyebab terbesar munculnya jerawat pada pipi dan daerah wajah lainnya. Keadaan ini akan sering terjadi pada masa pubertas, masa kehamilan, menstruasi dan juga menopause. Pasalnya, pada masa-masa seperti itu akan terjadi penurunan kadar estrogen dan juga peningkatan hormon androgen dalam tubuh yang tidak seimbang. Ketidakseimbangan inilah yang kemudian dapat membuat kulit menjadi berjerawat.

Hormon androgen atau testosteron yang meningkat, akan memicu kelenjar sebaceous untuk memproduksi sebum di wajah secara berlebihan. Lalu, akan berefek pada pori-pori kulit yang akan tersumbat dan menyebabkan jerawat. Sedangkan sebaliknya, hormon estrogen malah akan menimbulkan jerawat muncul ketika kadarnya menurun secara drastis. Penyebab kadar estrogen ini menurun biasanya disebabkan oleh kondisi menstruasi, perimenopause, dan olahraga berlebihan.

3. Rambut yang Kotor

Rambut Kotor
Image Credit: Liputan6.com

Rambut yang kotor secara tidak sengaja juga akan memicu timbulnya jerawat di pipi ataupun di bagian lainnya. Rambut yang kotor, akan menimbulkan adanya banyak tumpukan kotoran atau ketombe yang mengendap di kulit kepala. Karena terletak sangat dekat dengan wajah, maka secara tidak sengaja rambut dan kulit pipi akan bersentuhan dan bergesekan yang membuat kotoran rambut menempel di wajah. Sehingga, kotoran ini dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

BACA:  15 Cara Mudah Menghilangkan Jerawat Batu dengan Cepat

Untuk mengatasinya, maka pastikan untuk selalu menjaga kebersihan rambut Anda. Selalu cuci rambut dengan shampo paling tidak setiap dua hari sekali agar meminimalisir adanya kotoran pada rambut yang dapat menimbulkan jerawat. Anda juga dapat mencuci rambut setiap kali merasa rambut terasa kotor karena keringat berlebihan. Selain itu, sesekali lakukan perawatan rambut seperti creambath, spa, ataupun masker rambut agar rambut benar-benar terjaga kebersihannya.

Selain itu, penggunaan shampo, kondisioner dan produk rambut lainnya juga dapat memicu jerawat yang timbul di pipi. Kondisi ini dapat terjadi karena busa dari shampo dan kondisioner yang tidak dibersihkan dengan baik akan menempel di wajah dan menyebabkan munculnya jerawat di pipi. Residu sabun ini juga dapat menyebabkan folikulitis atau dan juga jerawat di bagian dada dan punggung. Sebab itu, selalu pastikan untuk membilas rambut hingga bersih.

4. Penggunaan Make Up

Make Up
Image Credit: Hellosehat.com

Make up menjadi hal penting yang sering kali digunakan oleh banyak perempuan untuk memoles wajahnya dengan riasan. Tidak jarang, seringkali perempuan akan menggunakan make up untuk menutupi jerawat yang muncul pada wajahnya. Pada dasarnya, make up memang bukanlah pemicu utama timbulnya jerawat pada wajah. Namun, penggunaan produk make up secara terus-menerus akan membuat jerawat di wajah menjadi semakin meradang.

Kandungan dalam beberapa bahan produk make up banyak yang bersifat komedogenik, yang berarti mudah menyebabkan pori-pori tersumbat. Dengan adanya pori-pori tersumbat ini maka resiko munculnya jerawat pada wajah akan semakin besar. Belum lagi jika Anda kebiasaan menggunakan make up tanpa sempat mencuci peralatan make up yang langsung bersentuhan ke kulit. Dan juga, kebiasaan lupa menghapus riasan setelah beraktifitas diluar rumah seharian.

5. Terlalu Sering Mencuci Wajah

Cuci Muka
Image Credit: Okezone.com

Untuk menjaga kebersihan wajah, termasuk mencegah timbulnya jerawat memang perlu untuk mencuci wajah dengan sabun pembersih sebanyak dua kali dalam sehari. Namun, manfaat mencuci wajah ini akan hilang ketika Anda terlalu sering melakukannya. Meski mencuci wajah dapat menghilangkan sebum berlebih yang dapat memicu timbulnya jerawat, namun wajah tetap membutuhkan sebum atau minyak untuk menjaga dan memelihara kelembaban kulit.

Jika terlalu sering mencuci muka, kulit wajah akan kehilangan minyak untuk melembabkan dan membuat wajah menjadi kering. Kulit wajah yang kering nyatanya juga dapat membuat kulit timbul jerawat. Selain itu, kebiasaan mencuci wajah yang terlalu sering dapat menyebabkan kondisi acne detergicans atau keadaan dimana jerawat yang muncul timbul akibat adanya reaksi kandungan zat kimia yang banyak terkandung dalam sabun atau pembersih wajah.

BACA:  20 Masker Pemutih Wajah dengan Bahan Alami & Cara Membuatnya

Tidak hanya itu, ketika mencuci wajah Anda juga harus berhati-hati dalam mengaplikasikan produk pembersih. Ketika menggunakannya, pastikan untuk menggosok kulit tidak terlalu kencang agar kulit tidak tertarik. Begitu pula pada saat Anda mengeringkan kulit dengan handuk. Karena, kebiasaan menggosok terlalu kencang akan menjadi pemicu kulit berjerawat.

6. Sering Memencet Jerawat

Sering Memencet Jerawat
Image Credit: Okezone.com

Ketika jerawat muncul di wajah, sering kali ada perasaan ingin memencet jerawat yang muncul dengan maksud segera menghilangkan jerawat tersebut. Padahal, cara tersebut malah akan menimbulkan masalah baru pada kulit wajah Anda. Pasalnya, ketika Anda memencet jerawat maka sesuatu yang menyumbat pori-pori pada kulit akan masuk jauh lebih dalam. Lalu, hal ini akan menyebabkan proses penyembuhan jerawat menjadi lebih lama karena terjadi peradangan.

Selain itu, ketika Anda memencet jerawat secara tidak sengaja air yang terkandung didalam jerawat akan tersebar dan mengenai bagian kulit wajah lainnya. Air jerawat yang mengenai kulit tersebut juga akan menjadi pemicu timbulnya jerawat baru pada pipi. Hal ini akan semakin diperparah ketika Anda memencet jerawat dengan tangan yang kotor dan berdebu. Minyak dan kotoran yang ada pada tangan akan membuat pori-pori Anda tersumbat dan malah memperparah jerawat.

7. Seprai dan Sarung Bantal yang Kotor

Seprai dan Sarung Bantal Kotor
Image Credit: Beautynesia.id

Seprai dan sarung bantal adalah dua barang yang setiap hari bersinggungan langsung dengan kulit, khususnya kulit wajah. Biasanya, orang akan mengganti sprei setiap dua minggu sekali. Namun, mulai saat ini Anda bisa menggantinya lebih sering karena keduanya dapat memicu timbulnya jerawat pada pipi. Meski mengganti sprei dan sarung bantal terdengar sepele, namun fakta membuktikan bahwa benda-benda ini dapat menimbulkan permasalahan pada kulit.

Sprei dan sarung bantal yang tidak diganti, akan menjadi tempat menumpuknya kotoran, debu dan kuman. Karena ketika Anda berbaring, Anda akan menempelkan keringat, sel kulit mati dan kotoran lain yang akan mengendap di lapisan kain sprei dan sarung bantal. Akibatnya, tempat tidur Anda akan menjadi sarang bakteri yang tidak terlihat dan dapat menyebabkan banyak masalah kulit seperti rasa gatal di sekujur tubuh, iritasi kulit, dan juga munculnya jerawat.

8. Stres

Stres
Image Credit: Wowkeren.com

Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa stres dapat dengan mudah memicu timbulnya masalah kulit berjerawat. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh seorang dermatologis menyebutkan bahwa stres dapat melepaskan hormon kortikotropin yang bertanggung jawab terhadap produksi minyak secara berlebihan pada kulit wajah. Selain itu, Anda akan cenderung merasa gatal pada area kulit yang menyebabkan Anda akan menggaruknya untuk meredakan rasa gatal tersebut.

BACA:  20 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Bahan Alami

Ketika Anda menggaruk kulit untuk meredakan rasa gatal di wajah dengan tangan, akan ada kemungkinan minyak, debu dan kotoran yang ada pada tangan akan berpindah ke kulit wajah. Ditambah dengan produksi minyak yang berlebihan, maka akan membuat jerawat yang timbul semakin banyak. Kemudian, perasaan stress akan membuat kemampuan kulit untuk menahan air berkurang. Sehingga, kulit akan menjadi lebih mudah kering dan juga membuatnya mudah luka.

9. Terlalu Sering Berganti Obat Jerawat

Obat Jerawat
Image Credit: Sehatq.com

Mengobati kulit yang berjerawat memang bukan perkara yang gampang. Beberapa jerawat memang dapat hilang dan sembuh sendiri. Namun, pada beberapa kasus lainnya membutuhkan pengobatan khusus. Pengobatan kulit berjerawat dapat dibantu dengan penggunaan aneka produk pereda jerawat atau bahan perawatan khusus. Umumnya, untuk mengobati jerawat membutuhkan waktu 1-2 minggu atau bahkan 6-8 minggu pada kasus kulit berjerawat yang parah.

Sebelum memilih produk untuk meredakan jerawat, Anda dapat memastikan terlebih dahulu produk yang benar-benar cocok untuk kondisi kulit wajah Anda. Sehingga, pengobatan jerawat pada wajah akan lebih optimal lagi. Selain itu, cobalah untuk tidak terlalu sering mengganti obat perawatan pada wajah. Karena, pada umumnya suatu produk bisa dikatakan bekerja secara optimal setelah 4 minggu pemakaian. Jadi, jangan cepat untuk mengganti produk sebelum terlihat efeknya.

10. Pengaruh Makanan

Gorengan
Image Credit: Tirto.id

Seperti yang diketahui, makanan yang dikonsumsi juga menjadi pemicu utama kulit berjerawat yang susah hilang pada bagian pipi. Sebenarnya, hingga saat ini belum diketahui pasti makanan apa saja yang dapat memicu timbulnya jerawat ini. Namun, banyak dokter yang menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan berminyak seperti gorengan dan makanan mengandung santan. Serta, makanan manis dan olahan seperti biskuit, cake, keripik kentang dan pasta.

Untuk menjaga kulit agar tetap sehat, disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang dapat membantu untuk mencegah dan mengurangi timbulnya jerawat. Diantaranya adalah banyak konsumsi bawang putih. Salah satu bahan penyedap rasa ini memiliki kandungan zat kimia alami yang terbukti dapat membunuh bakteri penyebab jerawat. Dan juga, konsumsi kacang-kacangan yang ternyata banyak mengandung selenium dan vitamin E yang sangat baik untuk kulit wajah berjerawat.

Kulit yang berjerawat tidak hanya mengganggu penampilan, namun juga dapat menunjukkan bahwa kulit tidak sehat. Biasanya, kulit berjerawat disebabkan karena kulit banyak bersentuhan dengan kuman, debu dan kotoran secara tidak langsung. Namun, disamping itu juga terdapat hal-hal sepele yang biasa dilakukan yang ternyata menyebabkan timbulnya kulit wajah khususnya pipi yang berjerawat. Sehingga, Anda akan merasa terganggu dan tidak percaya diri.