Mengenal Kehamilan Ektopik – Tanda, Penyebab dan Cara Mengobati

Mengenal Kehamilan Ektopik – Tanda, Penyebab dan Cara Mengobati

Bagi pasangan yang baru menikah, mempunyai anak adalah salah satu hal yang paling diidamkan. Kehamilan menjadi momen yang paling ditunggu yang nantinya akan menjadi pelengkap keluarga. Sayangnya, terkadang apa yang diharapkan tidak sesuai kenyataan. Diantara 100 wanita hamil, 2 diantaranya mengalami kehamilan ektopik. Apa pengertian jenis kehamilan tersebut, penyebab, dan cara mengobatinya? Akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Kehamilan Ektopik merupakan suatu kondisi kehamilan diluar kandungan. Maksudnya, sel telur yang dibuahi sperma tidak berada di dalam rahim, melainkan di luarnya. Pada beberapa kasus, pembuahan terjadi di tuba fallopi, leher rahim, dan bahkan daerah rongga perut. Mengingat kondisi ini termasuk kehamilan abnormal, ada baiknya jika anda konsultasi dengan dokter selama proses kehamilan.

Berbeda dengan kehamilan biasa, yang mana pembuahan terjadi di dalam rahim. Ketika terjadi masalah kehamilan ini, organ tubuh yang digunakan tempat menempel pembuahan antara sel telur dan sperma kemungkinan terjadi kerusakan. Selain itu, proses pertumbuhan janin pada kehamilan jenis ini sulit berkembang, bahkan mungkin sulit bertahan.

Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik

Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik
Image By Informasibidan.com

Tanda kehamilan Ektopik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kondisi hamil biasa. Hanya saja ketika usia kandungan semakin tua, terdapat gejala yang berbeda dengan kehamilan yang umum terjadi. Berikut adalah tanda atau gejala yang perlu diwaspadai selama proses kehamilan.

1. Sakit Pada Bagian Perut

Dalam kondisi hamil apapun, gejala ini umum terjadi dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Akan tetapi ketika nyeri tersebut berlangsung lama dan tidak kunjung reda, ada baiknya anda konsultasi dengan dokter. Pada umumnya, sakit perut yang dialami terjadi pada sisi bagian perut, terutama di sebelah kiri.

Dalam kondisi tertentu, rasa nyeri yang dialami semakin parah. Hal tersebut semakin dirasakan ketika kandungan semakin membesar. Sakit yang dialami bahkan terjadi pada panggul, yang mana tidak akan dirasakan jika anda hamil normal.

2. Pendarahan di Vagina

Pendarahan di Vagina juga menjadi salah satu tanda kehamilan Ektopik yang perlu diwaspadai. Gejala ini tidak muncul ketika usia kandungan membesar, namun masih dalam usia beberapa bulan. Seperti yang diketahui, apabila pendarahan terjadi ketika usia kandungan diatas 8 bulan, maka kemungkinan proses kelahiran sedang berlangsung. Hal ini tidak menjadi masalah ketika anda dalam kondisi hamil normal.

Lain halnya ketika terjadi pada kehamilan Ektopik, dimana usia kandungan masih terlalu dini untuk dikatakan siap melahirkan. Kondisi ini terus terjadi dan semakin memburuk jika tidak ditangani dengan segera. Sebagian kasus, pendarahan yang terjadi termasuk kategori ringan dan disertai nyeri pada bagian perut.

3. Sakit Ketika Buang Air

Inilah yang menjadi perbedaan antara hamil normal dengan kehamilan Ektopik. Pada kondisi hamil normal, anda tidak aka merasakan sakit ketika buang air besar. Namun jika kehamilan tersebut abnormal atau diluar kandungan, terkadang buang air besar terasa sakit.

Hal tersebut terjadi karena pada bagian rektum terjadi tekanan akibat pembuahan sel telur yang tidak normal. Selain itu, rasa sakit dan tidak nyaman terkadang dialami ketika buang air kecil. Dalam hal ini, saluran kandung kemih juga mengalami tekanan seperti halnya rektum.

4. Kepala Terasa Berat

Biasanya, pada usia kehamilan awal, kepala terasa berat memang umum dialami. Namun pada kehamilan Ektpik berangsur lama dan disertai pusing. Bukan hanya itu, pada kasus tertentu juga mengalami mata berkunang-kunang. Terlebih, ketika anda bangun dari duduk atau setelah tidur. Hampir mirip dengan kondisi darah rendah, akan tetapi kepala lebih berat terasa.

Tidak sedikit gejala kehamilan Ektopik yang menyebabkan wajah menjadi pucat disertai kaki dan tanga terasa dingin. Ketika usia kehamilan semakin tua, terkadang bahu juga terasa nyeri. Meskipun jarang terjadi, ada kalanya dalam kondisi parah dapat menyebabkan pingsan.

5. Detak Jantung Cepat

Apakah anda merasa detak jantung lebih cepat daripada baisanya ketika hamil? Cobalah untuk konsultasi dengan dokter kandungan karena mungkin hal tersebut merupakan tanda kehamilan Ektopik. Sebenarnya detak jantung cepat juga dialami oleh mereka yang hamil normal.

Hal tersebut dikarenakan pertambahan volume darah sehingga mengharuskan jantung memompa lebih cepat. Namun ketika anda mengalami beberapa gejala lain yang telah disebutkan diatas, rutin memeriksakan kandungan adalah langkah awal yang tepat dan wajib dilakukan.

Penyebab Kehamilan Ektopik

Penyebab Kehamilan Ektopik
Image By Liputan6.com

Kehamilan Ektopik terjadi bukan tanpa alasan, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kehamilan abnormal tersebut. Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui akan hal ini sehingga sering mengabaikannya. Padahal jika kita tau apa yang menyebabkan ketidaknormalan pada kehamilan tersebut, tentunya bisa dicegah sejak dini.

1. Faktor Usia

kemungkinan pertama terjadinya hamil diluar kandungan yaitu karena faktor usia. Wanita yang tidak lagi muda tentu kondisinya tidak lagi sehat. Semua organ tubuh melemah dan kehilangan beberapa fungsi jika dibandingkan dengan usia muda. Pada umumnya, wanita dengan usia diatas 35 tahun rentan akan gangguan kehamian ini.

2. Memiliki Riwayat Radang Panggul

Penyebab kehamilan Ektopik berikutnya yakni dikarenakan radang panggul. Gangguan kesehatan yang dikenal dengan endometriosis ini menyerang sistem reproduksi wanita. Akibatnya, jaringan penting pada rahim dan lapisannya tumbuh diluar dinding rahim. Selain menjadi faktor kehamilan abnormal, penyakit ini terkadang menyebabkan kista.

3. Mengidap Penyakit Seksual

Ketika anda mengidap penyakit menular, ada baiknya konsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan. Penyakit menular bisa menjadi salah satu faktor hamil diluar kandungan, bahkan jumlahnya tergolong lumayan. Jenis penyakit menular yang umum menjadi penyebabnya adalah gonore dan chlamydia.

4. Pernah Mengalami Kehamilan Ektopik

Wanita dengan riwayat kehamilan Ektopik mempunyai risiko lebih besar dari faktor lain yang telah disebutkan. Maka dari itu, ada baiknya anda menunda kehamilan jika pernah mengalaminya. Langkah yang paling tepat yakni dengan berkonsultasi terlebih dahulu. Dokter akan menyarankan apa yang harus dilakukan, bahkan mungkin memberikan obat dengan kandungan tertentu agar kehamilan diluar kandungan tidak lagi terjadi.

5. Pernah Mengalami Keguguran

Ada kalanya penyebab kehamilan Ektopik terjadi karena sering mengalami keguguran. Apalagi jika jenis kehamilan tidak normal ini juga kerap terjadi berulang. Risiko semakin besar ketika anda mengalami keguguran dalam jangka waktu pendek. Artinya, jika sebelumnya mengalami keguguran dalam kehamilan, kemudian mengalaminya lagi dalam waktu dekat, risiko hamil Ektopik sangat mungkin terjadi.

Penyebab lain dari kehamilan yang tidak diharapkan ini diantaranya adalah pernah menjalani operasi, terutama di sekitar perut dan panggul. Wanita yang menjalani terapi pengobatan penyubur kandungan juga berisiko. Selain itu, merokok sebelum masa kehamilan juga menjadi faktor utama terjadinya masalah ini.

Cara Mengobati Kehamilan Ektopik

Cara Mengobati Kehamilan Ektopik
Image By Gooddoctor.co.id

Setelah anda mengetahui apa saja gejala dan faktor penyebabnya, kini kita bahas bagaimana cara mengobatinya. Secara umum, kelainan pada kehamilan ini tidak dapat diobati. Hanya saja anda bisa menurunkan risikonya dengan menjalankan pola hidup sehat.

Selain itu, sebagian besar pengobatan dilakukan secara medis, baik dengan cara operasi atau memberikan obat-obatan tertentu. Supaya lebih jelas, berikut cara mengobati kehamilan Eotopik selengkapnya!

Suntik Methotrexate

Ketika awal terjadi pembuahan sel telur diluar rahim, langkah umum yang harus ditempuh yakni dengan menyuntikkan methotrexate. Obat ini cukup aman dan sering digunakan untuk keperluan medis. Dikarenakan tergolong obat keras, maka sebaiknya anda menggunakan obat tersebut didampingi ahlinya.

Fungsi utama dari methotrexate yaitu menghancurkan dan menghentikan pertumbuhan sel yang sudah terbentuk. Dalam hal ini, sel tersebut masih belum sempurna karena usia kehamilan masih muda. Pemantauan akan terus dilakukan selama 3 hari dengan melihat kadar hormon hCG dalam darah. Jika dalam rentang waktu tersebut kandungan hormon semakin berkurang, artinya sel tidak lagi berkembang.

Operasi Laparoskopi

Apabila cara mengobati kehamilan Ektopik diatas masih belum berhasil, dokter kandungan biasanya menyarankan operasi laparoskopi. Jenis operasi ini tergolong operasi kecil dengan tujuan mengangkat jaringan Ektopik dan tempatnya menempel. Apabila Ektopik menempel pada tuba falopi, maka bagian tersebut juga ikut terangkat.

Akan tetapi jika kondisinya masih bisa diperbaiki, maka operasi laparoskopi atau yang juga dikenal sebagai operasi lubang kunci hanya memerlukan perbaikan. Langkah ini diambil supaya dikemudikan hari mempunyai peluang lebih besar untuk hamil kembali dalam keadaan normal.

Operasi Laparotomi

Pengobatan kehamilan diluar kandungan berikutnya yakni operasi laparotomi. Langkah ini diambil ketika pasien mengalami kondisi darurat, dimana biasanya terjadi pendarahan hebat akibat tuba falopi pecah. Operasi yang dilakukan yakni dengan mengangkat jaringan Ektopik dan tuba falopi tempat menempel pembuahan tersebut.

Tips Mencegah Kehamilan Ektopik

Tips Mencegah Kehamilan Ektopik
Image By Klikdokter.com

Siapa pun tentunya tidak ingin masalah kehamilan ini terjadi, termasuk anda. Maka dari itu, sebaiknya menekan risiko terjadinya kehamilan Ektopik yang bisa terjadi kepada siapa saja. Memang masalah ini tidak bisa dihindari sepenuhnya, namun bukan berarti tidak dapat dikurangi risikonya.

Menggunakan pengaman ketika berhubungan adalah salah satu cara mencegah risiko kehamilan Ektopik. Tips ini sangat berguna bagi anda yang mempunyai penyakit kelamin menular, baik laki-laki maupun wanita. Menggunakan pengaman dapat mengurangi terjadinya peradangan pada leher rahim atau serviks.

Khususnya bagi wanita, berhenti merokok selama merencanakan kehamilan dapat menekan terjadinya risiko hamil diluar kandungan. Bukan berarti anda bisa merokok lagi ketika kandungan dinyatakan normal. Ada baiknya berhenti selamanya untuk menjaga kesehatan janin dan diri sendiri.

Tips mencegah berikutnya yaitu dalam hal mengkonsumsi obat-obatan. Seperti yang diketahui, obat-obatan juga menjadi salah satu faktor terjadinya gangguan kehamilan ini. Oleh sebab itu, selalu konsultasi dengan dokter ketika anda mengkonsumsi salah satunya, terutama untuk obat penyubur kandungan.

Satu hal yang paling penting yaitu dengan tidak berganti pasangan. Hal ini dapat menyebabkan penyakit kelamin menular, dimana menjadi salah satu pemicu utama kehamilan abnormal. Setia pada pasangan adalah langkah yang tepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses kehamilan.

Perlu anda ketahui, kehamilan Ektopik ini tidak mempengaruhi kehamilan selanjutnya. Artinya, anda masih memungkinkan hamil lagi setelah masalah terebut diatasi. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jarak dengan kehamilan sebelumnya. Alangkah lebih baiknya jika anda menunggu minimal tiga kali siklus menstruasi.

Tujuannya yakni mengembalikan siklus haid supaya normal kembali. Akan tetapi lebih baik jika anda menunggu setidaknya 6 bulan atau satu tahun. Selain itu, pastikan konsultasi dengan dokter selama menjalani program hamil. Tidak dapat di pungkiri bahwa kehamilan Ektopik mengakibatkan trauma bagi anda dan juga pasangan.