Kenali Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Gejala Asam Urat

Penyakit Asam Urat atau Gout merupakan salah satu penyakit yang menyerang sendi. Rasa nyeri yang ditimbulkan, bahkan dapat membuat anggota tubuh menjadi bengkak. Kenali gejala asam urat yang perlu diwaspadai.

Penyakit asam urat menjadi salah satu penyakit yang susah untuk dideteksi, namun bukan berarti tidak bisa ditangani. Penyakit ini akan menimbulkan rasa nyeri yang amat kuat pada bagian-bagian persendian seperti di jari tangan dan kaki, lutut dan juga pergelangan kaki. Rasa sakit ini biasanya akan menimbulkan pembengkakkan sehingga sering membuat penderitanya kesusahan berjalan.

Sekilas Mengenai Asam Urat

Sekilas Mengenai Asam Urat
Image Credit: Merdeka.com

Sejatinya semua orang memiliki asam urat dalam tubuhnya, namun dengan kadar yang berbeda. Pasalnya, penyakit ini merupakan zat sisa dari proses metabolisme substansi pada tubuh atau juga biasa dikenal dengan sebutan zat purin yang banyak terkandung pada jenis makanan. Zat ini akan anda temui di makanan seperti jeroan, daging, dan juga sarden.

Penyakit asam urat yang menyerang persendian ini, dapat terjadi dan dialami oleh semua orang. Pada laki-laki, kadar normal asam urat dalam darah harusnya 7,0 hingga 7,2 mg/dl. Sedangkan pada perempuan adalah sebesar 5,7 hingga 6,7 mg/dl. Asam urat akan terjadi ketika kadar ini melebihi batas normal seseorang, kemudian akan menimbulkan rasa nyeri yang berlebihan.

Kadar asam urat yang berlebihan, akan membentuk kristal monosodium urat yang berbentuk tajam dan mengendap di persendian. Kristal berbentuk tajam ini, secara tidak sengaja akan menusuk dan menggesek bagian sendi ketika digerakkan. Sehingga, tusukan kristal inilah yang akan menimbulkan rasa nyeri pada sendi yang terkena asam urat, dan jika dibiarkan akan membengkak.

Pada umumnya, penyakit ini lebih rentan menyerang pada usia diatas 30 tahunan dan lebih banyak menyerang laki-laki dibanding perempuan. Hal ini dikarenakan laki-laki memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi, dibanding perempuan. Selain itu, proses menstruasi pada perempuan juga mempengaruhi pengeluaran zat purin yang akan mempercepat penurunan kadar asam urat.

Penyakit asam urat, biasanya akan menyerang penderitanya selama 3 hingga 10 hari lamanya.Terkadang, proses ini memang tidak bisa langsung terdeteksi. Banyak orang yang baru sadar terserang asam urat setelah rasa nyeri yang timbul secara berlebihan di persendiannya. Lebih ekstrim, rasa nyeri ini dapat menimbulkan pembengkakkan yang membuat penderita kesulitan bergerak.

Penyakit ini dapat terjadi karena pola hidup yang tidak sehat, dan makan secara sembarangan. Padahal, mengkonsumsi makanan dengan bebas adalah hal utama yang dapat menyebabkan kadar asam urat naik. Makanan yang banyak mengandung zat purin, akan menaikkan kadar asam urat dan jika memiliki riwayat penyakit lainnya dapat meningkatkan potensi kematian.

Faktor yang Mempengaruhi Munculnya Penyakit Asam Urat

Faktor Munculnya Asam Urat
Image Credit: Theconversation.com

Faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit asam urat muncul adalah konsumsi makanan dengan kandungan zat purin yang tinggi. Zat purin adalah zat pemicu yang bisa membentuk kristal monosodium penyebab nyeri pada penderita asam urat. Zat ini dapat menumpuk pada bagian persendian yang meliputi jari dan pergelangan tangan dan kaki, lutut dan juga bahu manusia.

Makanan yang banyak mengandung zat purin diantaranya adalah makanan berlemak seperti daging merah, jeroan, ikan sarden dan juga minuman manis dan beralkohol. Padahal, terdapat batasan bagi manusia untuk mengkonsumsi purin. Kadar purin dalam makanan sehari-hari berada pada batas 600 hingga 1000 mg. Sedangkan pada program diet purin batas konsumsinya hanya 120-150 mg.

Kadar asam urat, juga dapat meninggi karena faktor keturunan. Jika anda memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit asam urat, maka potensi untuk terkena asam urat menjadi lebih besar. Karena, orang tua anda akan mewariskan gennya pada anda, termasuk dengan kadar asam urat dalam tubuhnya, sehingga secara tidak langsung anda bisa mewarisi penyakit ini.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi penyakit asam urat yakni adanya kondisi medis tertentu yang juga diidap oleh penderita. Beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, kolesterol, hipertensi dan obesitas juga menjadi salah satu resiko terserangnya asam urat. Hal ini dikarenakan oleh lemak. Bukan lagi menjadi rahasia, lemak dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi kadar asam urat seseorang adalah penggunaan obat-obatan dan juga efek samping dari kemoterapi. Obat-obatan jenis tertentu, seperti aspirin dan siklosporin dapat membuat kadar asam urat dalam tubuh meningkat. Begitu pula pada penggunaan obat penghambat enzim seperti yang sering diresepkan setelah proses kemoterapi.

Gejala yang Timbul Saat Terserang Asam Urat

Gejala Saat Terserang Asam Urat
Image Credit: Kompas.com

Terdapat berbagai gejala asam urat yang perlu diwaspadai oleh penderitanya. Rasa was-was ini perlu ditingkatkan agar ketika gejala ini muncul, anda dapat mengambil tindakan pencegahan. Sehingga, asam urat yang menyerang tidak akan menjadi lebih parah dan berimbas pada timbulnya berbagai penyakit lain. Selain itu, penanganan yang cepat akan membuat penyakit ini segera mereda pula.

Gejala awal yang muncul pada saat terjadi asam urat adalah, timbulnya rasa nyeri yang terasa berlebihan. Rasa nyeri ini, biasanya akan terjadi pada sendi-sendi tubuh seperti pada pergelangan tangan dan kaki, siku dan lutut. Namun, umumnya nyeri ini lebih banyak menyerang jempol kaki penderitanya. Rasa nyeri berlebihan ini akan semakin terasa pada saat malam hari.

Setelah rasa nyeri yang muncul selama 3 hingga 10 hari, penderita akan mulai mendapati bagian tubuh anda membengkak di sekitar sendi. Pembengkakan ini dapat menyulitkan penderita, karena akan membuat anggota tubuh yang terserang asam urat menjadi susah digerakkan. Bengkak ini dapat disebabkan oleh peningkatan cairan pelumas sendi ketika mengalami peradangan.

Pembengkakkan yang terjadi pada bagian tubuh, lama kelamaan akan membuatnya menjadi berwarna kemerahan, atau bahkan ungu. Hal ini dapat terjadi karena, sendi yang meradang akibat tusukan kristal monosodium akan menyebabkan peredaran darah meningkat di bagian tersebut. Aliran darah yang meningkat akan membuat warna kulit di sekitar persendian berubah warna.

Tidak hanya itu saja, sendi yang sudah membengkak juga akan menimbulkan sensasi panas pada persendian yang terserang asam urat. Ketika mengalami gejala asam urat, berarti sendi juga akan mengalami peradangan. Peradangan ini, terjadi akibat adanya penumpukan zat asam urat pada bagian persendian. Sehingga, tidak hanya nyeri proses ini juga menimbulkan sensasi panas pada sendi.

Ketika gejala yang ditimbulkan sudah menjadi semakin parah, maka akan muncul benjolan yang berkembang pada sekitar persendian. Benjolan ini merupakan kulit dan jaringan lunak yang mengeras akibat peradangan pada sendi. Timbulnya benjolan ini dapat menyebabkan kerusakan pada sendi secara permanen, dan kedepannya dapat membahayakan penderitanya.

Asam urat adalah salah satu penyakit yang susah untuk dideteksi. Karena itulah, ketika anda sudah merasakan munculnya salah satu gejala diatas segeralah untuk pergi ke dokter dan mengobatinya. Hal ini dapat menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengatasi penyakit asam urat agar tidak menjadi lebih parah. Anda bisa meminimalisirnya dengan menjaga pola makan sehat.

Tahapan Gejala Asam Urat yang Muncul

Tahapan Gejala Asam Urat
Image Credit: Alomedika.com

Ketika terserang penyakit asam urat, terdapat empat tahapan gejala yang akan dilewati oleh penderitanya. Empat tahapan ini, dapat dikategorikan sesuai dengan tingkat keparahannya. Jika penderita sudah melalui keempat tahapan ini, maka dapat dipastikan bahwa asam urat yang diderita sudah masuk kedalam golongan akut. Penyakit ini, akan makin susah untuk disembuhkan.

Tahapan awal gejala asam urat, disebut sebagai hiperurisemia asimtomatik. Biasanya pada tahap ini penderitanya sudah dipastikan memiliki kadar asam urat yang tinggi, dan sudah melebihi batas ambang normal. Namun, belum ada tanda-tanda atau gejala yang terlihat secara fisik. Pada tahap ini, biasanya kristal monosodium baru akan terbentuk dan menumpuk pada urat sendi.

Ketika kadar asam urat semakin meningkat dan semakin parah, barulah muncul beberapa gejala seperti yang sudah disebutkan diatas. Daerah sendi akan mulai merasakan rasa nyeri yang berlebihan. Rasa nyeri tersebut akan menyebabkan pembengkakkan pada daerah sekitar sendi yang juga diikuti dengan warna yang kemerahan. Sensasi panas akan menjalar di sekitar persendian.

Karena adanya pembengkakkan pada bagian sendi, hal ini akan membuat sendi terasa kaku dan menjadi sulit untuk digerakkan. Tidak jarang, gejala ini juga disertai dengan badan yang terasa demam. Gejala ini akan berlangsung selama 3 hingga 10 hari ke depan hingga bengkak pada sendi menjadi kempes, dan sudah tidak terasa nyeri. Tahapan ini disebut dengan pirai akut.

Jika tidak ditangani dengan baik, asam urat akan masuk ke tahapan selanjutnya yaitu tahap pirai interkritikal. Tahapan ini adalah tahap yang lebih serius dari sebelumnya. Setelah gejala pembengkakkan sembuh, penderita tidak akan mengalami gejala lainnya yang akan mengganggu. Padahal, pada fase ini keadaan tubuh belum benar-benar membaik dan pulih dengan normal.

Biasanya karena merasa telah sembuh, penderita asam urat pada fase ini tidak akan menjalankan perawatan yang sudah dijalani sebelumnya. Mereka akan kembali mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat purin yang tinggi dan akan menyebabkan kadar asam urat kembali meningkat. Beberapa diantaranya akan mulai banyak melakukan aktivitas berat.

Tahapan terakhir yang akan dilalui para penderita asam urat adalah tahap pirai kronis. Pada tahapan ini, pada tubuh penderita asam urat akan muncul benjolan-benjolan di area persendian. Benjolan ini berbentuk kulit yang mengeras di sekitar sendi, sehingga dapat merusaknya. Tahapan ini, terjadi setelah penderita mengalami dua tahapan sebelumnya secara berulang.

Pada kondisi yang sudah akut seperti ini, penderita akan mengalami kesakitan dan bahkan berpotensi terserang penyakit serius lainnya. Penyakit yang bisa menyerang diantaranya adalah sakit komplikasi yang menyerang ginjal, jantung dan juga berbagai organ tubuh lainnya. Jika akan dibiarkan, komplikasi ini akan menyebabkan adanya peningkatan risiko kematian yang mungkin terjadi.

Cara Mendiagnosis Penyakit Asam Urat

Cara Mendiagnosis Asam Urat
Image Credit: Sehatq.com

Seperti yang sudah diketahui pada tahapan awal gejala asam urat, penderita tidak akan menyadari jika kadar asam uratnya telah melebihi ambang batas normal. Karena itu, dibutuhkan proses pengecekan kadar asam urat, dan juga pemeriksaan dokter dengan beberapa langkah diagnosis. Pemeriksaan awal akan dilakukan pada sendi yang mengalami peradangan.

Setelah melalui pemeriksaan awal, dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan tes darah. Hal ini dikarenakan kadar asam urat dapat dilihat dari keratin yang ada pada darah. Para penderita asam urat umumnya akan memiliki kandungan keratin mencapai 7 mg/dl. Namun, tes ini belum benar-benar dapat memastikan apakah penderita memang menderita gejala asam urat.

Selanjutnya, akan ada pemeriksaan tes urine yang dikeluarkan selama 24 jam terakhir. Zat purin yang terkandung di dalam tubuh, akan secara berangsur dikeluarkan bersamaan dengan proses keluarnya urine dalam tubuh. Sehingga, tes urine ini dapat menjadi tolak ukur seberapa banyak kadar asam urat yang sudah dikeluarkan, dan kadar asam urat yang masih tersisa di dalam tubuh.

Penyakit asam urat, adalah sakit yang menyerang daerah persendian. Karena itu, dibutuhkan pemeriksaan pada bagian sendi. Pada tes ini, dokter akan memeriksa cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas untuk sendi-sendi agar dapat digerakkan. Dokter akan mengambil sampel dari cairan ini, dan kemudian diperiksa menggunakan mikroskop untuk menemukan kadar asam urat.

Pemeriksaan terakhir untuk mengetahui penyakit asam urat adalah dengan melakukan tes pencitraan atau foto rontgen. Dalam foto rontgen, dokter akan melihat kristal monosida yang terbentuk karena endapan yang ada pada daerah sendi. Sehingga, hal ini dapat menjadi penentu apakah seseorang memang mengalami gejala asam urat, atau hanya gejala biasa yang menyerang.

Setelah dilakukan semua pemeriksaan, biasanya dokter akan menyarankan penderita sakit asam urat untuk menjalani dua proses pengobatan. Namun, pengobatan ini hanya dapat berperan untuk meringankan gejala asam urat yang muncul serta mencegah munculnya gejala asam urat kembali. Pengobatan ini bukan bertujuan untuk menyembuhkan penderitanya dari asam urat.

Untuk meringankan rasa nyeri yang ditimbulkan akibat asam urat, anda bisa mengkonsumsi obat-obatan pereda rasa nyeri. Alternatif lain jika tidak ditemukan obat-obatan pereda rasa nyeri, penderita bisa mengompres bagian sendi yang sakit dengan air es. Sedangkan untuk mencegah kembali munculnya gejala asam urat, penderita bisa melakukan diet zat purin.

Cara Mencegah Penyakit Asam Urat Sejak Dini

Cara Mencegah Asam Urat
Image Credit: Freepik.com

Seperti yang sudah diketahui, asam urat memang tidak bisa diobati namun bukan berarti tidak bisa dicegah. Asam urat dapat terjadi karena penerapan pola hidup yang tidak sehat dan juga konsumsi makanan yang tidak dijaga. Sehingga, menerapkan pola hidup sehat menjadi penting dilakukan oleh semua orang agar dapat terhindar dari gejala asam urat yang dapat menyerang siapapun.

Untuk mencegah terserang penyakit asam urat, maka hindarilah makanan yang banyak mengandung zat purin yang tinggi. Zat purin biasanya banyak ditemui pada berbagai jeroan, daging merah, udang, kerang dan pada minuman beralkohol yang memiliki kandungan gula yang tinggi. Anda juga bisa untuk mulai mengurangi konsumsi kopi yang berlebihan.

Sedangkan, ada baiknya untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan purin yang rendah. Makanan aman yang bisa lebih banyak dikonsumsi oleh penderita asam urat diantaranya adalah lemon. Kandungan vitamin C yang banyak terdapat di buah lemon dapat membantu melarutkan kadar asam urat yang ada pada darah dan tubuh penderitanya.

Selain menjaga pola makan yang sehat, anda asam urat juga dapat dihindari dengan banyak konsumsi air putih. Air putih akan membantu proses pengeluaran zat purin yang ada pada tubuh bersamaan dengan urine. Selain itu, lakukanlah tes kadar asam urat secara berkala untuk memastikan apakah kadar asam urat yang ada dalam tubuh anda masih diambang batas normal.

Asam urat dapat terjadi kapan saja, dan menyerang siapapun tanpa terkecuali. Tahap awal penyakit ini, biasanya jarang disadari oleh penderitanya. Penderita akan mulai menyadari bahwa ia terserang penyakit, setelah masuk ke tahap dengan gejala asam urat yang lebih serius. Untuk itu, sebelum terjadi secara tiba-tiba, anda bisa melakukan pencegahan dengan menerapkan pola makan sehat.