Diet Oatmeal: Jenis, Cara Kerja, Manfaat & Resiko

Diet Oatmeal: Jenis, Cara Kerja, Manfaat & Resiko

Bukan rahasia umum jika oatmeal baik untuk kesehatan dan cukup efisien jika digunakan sebagai media menurunkan berat badan. Diet oatmeal sendiri tidak banyak aturan seperti halnya program diet pada umumnya. Intinya, anda disarankan mengganti makanan sehari-hari dengan hanya satu makanan saja, yakni oatmeal. Makanan yang dimaksud tentu yang berhubungan dengan makanan berat seperti nasi atau lontong.

Oatmeal merupakan jenis makanan yang terbuat dari oat, yakni sejenis gandum utuh yang juga masih terdapat kulit ari dan biji di dalamnya. Makanan yang satu ini bisa dikonsumsi langsung, baik dalam keadaan mentah atau dimasak dengan cara direbus dan dikukus. Oatmeal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, banyak dokter yang menyarankan jenis makanan ini bagi penderita obesitas atau mereka yang mempunyai kadar kolesterol tinggi. Kandungan oatmeal terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, serat dan senyawa lain yang baik untuk tubuh.

Meskipun dikatakan baik untuk kesehatan, serta ampuh menurunkan berat badan, namun ada tata cara dalam mengkonsumsi nya. Apalagi bagi mereka yang sedang menjalankan program diet oatmeal, diharuskan untuk memperhatikan berbagai faktor penting agar proses diet berjalan lancar dan mendapatkan hasil optimal. Memang tidak ada batasan dalam mengkonsumsi oatmeal selama diet berlangsung, namun sebaiknya tetap pada porsi yang dianjurkan dan sesuai dengan batas kewajaran.

Jenis Oatmeal untuk Diet

Jenis Oatmeal untuk Diet
Image by Pxhere.com

Dari berbagai jenis biji-bijian, oatmeal telah menjalani uji klinis dan dinobatkan menjadi yang terbaik. Hal ini tidak lain karena kandungannya cukup lengkap dibanding bijian lain. Adanya serat beta glucan menjadi kandungan utama dari jenis makanan yang berasa hambar ini.

Apakah oatmeal memiliki banyak jenis? Secara dasar tidak, hanya ada satu jenis saja, namun cara pengolahannya yang menjadikan jenis oatmeal berbeda. Untuk program diet, berikut jenis oatmeal yang cocok dikonsumsi setiap hari!

1. Oatmeal Instan

Jenis pertama yang banyak dijual di pasaran yakni oatmeal instant. Sesuai namanya, cukup mudah dan cepat untuk menikmati salah satu jenis makanan yang satu ini. Anda hanya perlu menyeduh dengan air panas selama beberapa menit sehingga menjadi seperti bubur. Selain di seduh dengan air panas, jenis yang satu ini bisa juga diproses dengan cara dikukus.

Meski demikian, jangan menganggap jika proses mudah tersebut bisa langsung terjadi. Oatmeal instant telah diproses sebelumnya dengan waktu cukup lama selama di pabrik pengemasan. Setelah dibersihkan, oat kemudian dikukus lama hingga setengah matang, kemudian digiling dan dibentuk. Proses terakhir yakni dengan cara menjemur hingga kering dan dikemas.

2. Rolled Oat

Rolled oat merupakan jenis kedua dari oatmeal yang baik untuk program diet. Tekstur dari jenis ini lebih lunak dan lumer ketika dimakan. Biasanya juga dipadukan dengan berbagai bahan lainnya untuk dijadikan makanan pokok. Prosesnya hampir sama, yakni dengan cara dikukus, digiling dan kemudian dibentuk pipih. Proses tersebut mampu menjaga kadar protein, vitamin, serta, dan juga minyak sehat di dalamnya.

3. Scottish Oats

Sesuai namanya, jenis oats yang satu ini banyak ditemukan di Skotlandia. Proses pembuatannya benar-benar minimalis, hanya digiling sehingga membentuk serbuk. Mirip seperti tepung, namun Scottish oats lebih kasar karena memang proses penggilingan nya tidak lama.

Jenis oatmeal yang satu ini sanga mudah dan cepat dalam penyajiannya. Hanya dalam waktu satu menit dengan diseduh air panas, anda bisa mengkonsumsi nya langsung selama masih hangat. Teksturnya juga berbeda dari kedua jenis diatas, yang satu ini lebih kental dan kenyal. Oleh sebab itulah banyak penganut program diet oatmeal yang memilih jenis Scottish oats karena dapat mengenyangkan lebih lama.

4. Steel Cut Oat

Bisa dikatakan lebih murni karena belum banyak melalui proses pemasakan. Steel cut oat di klaim masih mengandung banyak gizi daripada semua jenis oat yang ada. Tanpa dikukus atau dimasak terlebih dahulu, hanya dipotong kecil dengan mesin penggiling hingga berukuran tidak lebih besar dari biji wijen.

Dikarenakan tidak melalui proses memasak sebelumnya, jangan heran jika anda memerlukan banyak waktu ketika ingin menyajikannya. Setidaknya selama 30 menit merebus steel cut oat dengan air mendidih diatas kompor.

5. Quick Cooking Oats

Mungkin anda menemukan jenis quick cooking oats ketika membelinya di supermarket atau pasar terdekat. Jenis ini memang cukup mudah ditemui, seperti halnya oatmeal instant. Proses pembuatannya juga hampir sama, yaitu digiling terlebih dahulu dan kemudian dibentuk tipis. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyajikannya, hanya sekitar 5 menit dimasak dengan air diatas kompor.

Cara Kerja Diet Oatmeal

Cara Kerja Diet Oatmeal
Image by Okezone.com

Seperti yang sempat disinggung diatas, diet oatmeal merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengurangi berat badan berlebih. Caranya simpel, yakni dengan mengganti makanan sehari-hari dengan menu utama dari olahan oats. Jenis oat yang dipilih bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Anda tentu tidak kesulitan mencarinya karena telah disebutkan jenis oat diatas.

Pada umumnya, program diet berlangsung selam dua minggu penuh dengan masing-masing porsi yang telah disesuaikan. Pada minggu pertama, pelaku diet disarankan makan oatmeal selama dua kali sehari. Adapun waktu makannya yakni pada saat sarapan dan makan malam. Pada siang hari, anda bisa memilih menu seperti biasanya ketika tidak melakukan program diet.

Setelah berjalan selama satu minggu penuh, diharapkan anda sudah terbiasa mengkonsumsi oatmeal sebagai makanan pokok sehari-hari. Untuk itulah semua menu diganti dengan oatmeal sepenuhnya, baik sarapan, makan siang, dan juga makan malam. Jumlah yang harus dikonsumsi harus diperhatikan meskipun tidak ada batasan. Porsi yang paling baik untuk program diet oatmeal adalah satu mangkuk untuk setiap kali makan. Anda bisa menambahkan susu, buah, atau sayur jika merasa bosan dengan satu menu yang sama.

Selain mengkonsumsi oatmeal sebagai makanan pokok, asupan kalori juga harus diperhatikan, seperti halnya program diet lain. Semakin sedikit kalori yang masuk, semakin banyak pula penurunan berat badan yang dihasilkan. Meski demikian, anda tidak disarankan untuk mengurangi kalori dalam jumlah banyak sekaligus. Sedikit lebih rendah dari kebutuhan kalori harian, itulah yang seharusnya dilakukan.

Perlu diketahui, jumlah asupan kalori sehari dalam jumlah normal untuk wanita adalah 2.000 kalori, sedangkan pria lebih tinggi, sekitar 2.500 kalori. Selama program diet yang dilakukan, masih aman jika anda membatasi asupan kalori harian menjadi 1.600 kalori untuk wanita, dan 2.000 kalori untuk pria dewasa.

Jangan lupa menambahkan buah dan sayur pada menu harian. Kedua jenis makanan tersebut tidak dilarang, justru dianjurkan untuk mendapatkan hasil maksimal. Buah dan sayur memiliki banyak serat penting untuk menghindari gangguan pencernaan. Serat juga dapat mengenyangkan lebih lama dan menekan nafsu makan berlebih.

Manfaat Menjalani Diet Oatmeal

Manfaat Menjalani Diet Oatmeal
Image by Sehatq.com

Sudah dipastikan bahwa manfaat menjalani diet oatmeal yang pertama yakni dapat menurunkan berat badan. Kenapa demikian? Oats terbuat dari gandum utuh, seperti yang telah disebutkan diatas. Kandungan karbohidrat kompleks yang ada di dalam oats menjadikannya lama dicerna selama proses metabolisme. Hal ini menjadikan perut anda kenyang lebih lama dan tidak ingin makan dalam beberapa waktu ke depan.

Dalam satu mangkuk oats ukuran sedang, anda mendapat asupan karbohidrat sebanyak 28gram. Sedangkan kandungan kalorinya cukup rendah, hanya sekitar 150 kalori dalam satu mangkuk atau satu porsi makan. Jumlah tersebut diyakini lebih rendah dari jenis biji-bijian lain, seperti havermut atau wijen. Jangan heran jika anda mengalami penurunan berat badan secara instant jika menjalankan program diet oatmeal dengan benar.

Selain dapat menurunkan berat badan, mengganti makanan sehari-hari dengan oatmeal juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini dikarenakan oats tidak banyak mengandung lemak, hanya 1,5 gram untuk satu porsi makanan yang dikonsumsi. Seperti yang diketahui, kolesterol sangat erat hubungannya dengan makanan yang mengandung lemak. Sebagai contoh adalah santan, dimana kandungan lemaknya sangat tinggi sehingga harus dihindari.

Dengan kolesterol rendah, otomatis juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Inilah yang menjadi manfaat berikutnya dari diet sehat oatmeal. Kandungan antioksidan yang ada pada setiap biji oats juga membantu mengurangi penyumbatan pembuluh darah yang mengalir ke, atau dari jantung. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa oatmeal masih aman dikonsumsi oleh mereka yang mempunyai gangguan jantung.

Kandungan serat dari oatmeal juga dapat membantu memperlancar proses pencernaan. Ketika proses berjalan tanpa hambatan, risiko penyakit juga dapat ditekan. Seperti contoh yang sering terjadi yakni kanker usus, iritasi lambung, dan berbagai gangguan pencernaan lainnya. Secara garis besar, diet oatmeal sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol dalam darah, dan menyehatkan pencernaan.

Resiko Menerapkan Diet Oatmeal

Resiko Menerapkan Diet Oatmeal
Image by Kompas.com

Meski dipandang memiliki banyak manfaat, diet yang satu ini juga memiliki resiko. Sudah sewajarnya demikian, karena setiap gaya hidup mempunyai risiko masing-masing, apalagi untuk program diet. Resiko yang dimaksud biasanya lebih rentan bagi mereka yang mempunyai penyakit bawaan. Oleh sebab itu, sebaiknya pastikan bahwa anda benar-benar tidak termasuk dalam salah satu yang harus menanggung risiko tersebut.

Gangguan pertama yang mungkin dirasakan pelaku diet yakni kembung. Cukup masuk akal karena anda merasa cukup kenyang untuk jangka waktu lama, padahal hanya mengkonsumsi semangkuk oatmeal. Belum lagi nafsu makan yang menurun sehingga menjadikan malas makan pada waktu berikutnya.

Jika tidak dilakukan dengan benar, diet jenis ini justru dapat menaikkan kadar gula dalam darah. Tentu saja, karena tidak ada aturan dalam mengkonsumsi nya, yang penting setiap hari makan oatmeal, baik itu ditambah gula, yogurt, atau jenis makanan lain yang mengandung gula. Ingat, kasus ini hanya untuk mereka yang salah mejalankan program diet. Selama anda memperhatikan aspek lain, tentu hal ini tidak akan terjadi.

Kalori menjadi hal yang paling penting dalam hal program diet oatmeal, yakni jumlah per harinya. Seperti yang dikatakan tadi bahwa sebaiknya mengurangi kalori dalam batas kewajaran. Sedangkan kandungan kalori dalam semangkuk oatmeal hanya 150 kalori, dalam satu hari hanya didapat kurang dari 500 kalori. Jumlah ini tentu masih sangat jauh dari batas kewajaran, dimana wanita seharusnya mendapatkan 1600 kalori, sedangkan pria dengan 2000 kalori.

Kesimpulan

Setiap program diet tentunya mempunyai risiko yang harus ditanggung. Jika dilihat dari risiko diatas, sebenarnya masih bisa diantisipasi dengan menambah asupan kalori dari jenis makanan lain seperti daging atau telur. Namun alangkah baiknya jika anda konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, apakah program diet oatmeal aman untuk, atau justru mendatangkan risiko lebih besar.